Jumat, 18 Maret 2011

Ironi Bagian Satu

Yeah.. Hidup yang singkat ini memang penuh ironi, sepertinya ada sebuah kisah:

aku adalah seorang yang merasa di jalur tengah, setidaknya itu yang teman ku katakan. Padahal nyatanya aku sudah terlalu ke pinggir, sebelah kiri. Ya benar, kalau ada dua sisi hitam dan putih, aku bukan berada di zona abu-abu, hitam, kalau mau menghibur diri, abu-abu gelap.

luar biasa sekali rasanya bagi ku yang pernah merasa di zona putih -setidaknya yang aku anggap sepert itu- dan kini ada di zona abu-abu gelap, oke aku akui, hitam.

ini mungkin akibat sudut, sudut sebesar satu derajat itu. awalnya memang pendek sekali jaraknya dari sumbu utama, namun sekarang? waw jauh sekali, memang hukum sudut berlaku sesuai kaidah fisika

luar biasa

jadi harus bagaimana ini? memutar jauh atau mengulang dari awal?

keduanya pun sepertinya tidak masalah, karena aku, tentu saja kamu dan semua manusia bisa berakselerasi.
ya berakselerasi, walaupun cuma teori.

oke sekali lagi ini luar biasa

lantas bagaimana aku sekarang?
yap seperti yang sudah disebutkan tadi, aku berencana untuk memutar atau bahkan mengulang dari awal, tapi percayalah kawan memulai jauh lebih berat daripada melanjutkan

ya semua omonganku memang omongan teoritis, kata-kata yang kedengaran sok bijak, tapi memang hanya kata-kata, benar hanya kata-kata, tidak ada realisasi, belum ada sih.

percayalah sulit sekali menjadi aku

menjadi puith adalah keinginan ku, tapi kawan sulit sekali rasanya meninggalkan kehitaman ku ini. ya benar kata salah seorang sahabat, masalahnya bukan bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau.

ini seperti melupakan seorang kekasih yang meninggalkan mu, sulit bukan? tapi percaya lah kawan itu bukan tentang bisa atau tidak bisa melainkan mau atau tidak mau

susah kawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar