ini lanjutan kisahnya..
aku tau secara tidak sadar aku akan mendapatkan peringatan atas perbuatan ku nanti. mungkin kesadaran itu jauh tersembunyi di dasar hati, sehingga kesadaran itu menjadi ketidaksadaran atas kesadaran yang tenggelam, istilah yang payah sekali.
dan benar saja, aku secara simultan, perlahan dan sangat pasti mulai melakukan hal yang dilakukan teman ku dulu penyebab aku menyerang dia. sangat perlahan sampai aku tidak sadar telah benar-benar jatuh ke dalam hitam yang sangat pekat, ini gawat.
pemicu atas kejadian tersebut adalah si anti aturan, yang ternyata sudah takdirnya bersifat lihai, dan aku harus mengakui ini, sanga kuat dalam mempengaruhi. oke sebenarnya si anti aturan hanya pemicu, penyebab utamanya adalah aku.
manusia dibumi melakukakan kejahatan, tapi siapakah penyebabnya? apakah si anti aturan itu? sebaiknya jangan melulu menyalahkan dia, karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi seorang anti aturan dalam wujud yang lebih kasar.
gawat sekali bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar